ANCOL. Kami menikmati suasana Ancol pada awal pekan ini dan memilih menginap di Hotel Mercure Convention Center Ancol (dulu Hotel Horison). Hotel yang dikelola Accor Hospitality ini ternyata penuh oleh mereka yang sedang berlibur. Anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Baik yang akan check-in maupun yang sedang mengurus check-out, antre panjang.
Kami memesan kamar yang menghadap pemandangan ke laut, dengan balkon di luar. Di kamar itu terdapat dua tempat tidur yang lebar plus satu sofa. Sejak dikelola Accor, hotel ini dipermak dan dipercantik. Saya memang memanfaatkan kartu keanggotaan Accor Advantage Plus, yang saya beli awal tahun ini.
Bagi mereka yang suka plesiran dan hobi makan, kartu ini salah satu “jalan” yang tepat. Kereta gantung (cable car) “Gondola” tampak dari kamar tempat kami menginap. Rupanya “Gondola” salah satu favorit pengunjung Ancol, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Keluarga yang bersama kami di satu kabin, ternyata berasal dari Surabaya. Setiap orang yang naik kereta gantung ini dikenakan biaya Rp 35.000. Dari atas, kami dapat melihat suasana Ancol, termasuk suasana pantai umum yang airnya berwarna kecoklatan.
Selain kereta gantung, Ancol punya Sea World Indonesia, yang dikembangkan Grup Lippo (keluarga Riady). Beragam ikan dari perairan Indonesia, dapat disaksikan di sini, termasuk ikan perairan laut dalam.
Atraksi “memberi makan ikan” yang dapat disaksikan dari akuarium raksasa, menjadi menarik. Aneka hewan laut tampak mendekat saat waktu pemberian makan tiba. Hewan-hewan laut ini dapat pula dilihat dari terowongan transparan. Anak-anak terpukau menyaksikan “anak-anak buaya” tidur-tiduran, termasuk “buaya putih”. Ikan duyung yang sering digambarkan sebagai “putri duyung” ternyata wajahnya ya wajah ikan. Hanya saja bentuk tubuh bawahnya, memang aduhai, mirip lekukan tubuh perempuan.
Pengunjung Sea World Indonesia juga terpukau melihat ikan-ikan hiu berkeliaran dalam akuarium khusus. Juga menyaksikan ratusan ikan piranha menghabisi ikan lainnya dalam sekejab.Semasa liburan ini, pengunjung Sea World rata-rata 10.000 orang dalam sehari. Tarif masuk Rp 50.000 per orang. Biaya masuk lebih murah untuk kakek atau nenek (lansia). Tapi pada hari-hari biasa, bukan masa liburan, jumlah pengunjung berkisar antara 1.000 dan 3.000-an.
Dunia Fantasi atau Dufan, tetap unggulan Ancol. Selain itu ada juga Gelanggang Samudra dan Gelanggang Renang Atlantis.Ancol harus bekerja keras agar Atlantis tetap memikat karena kini bermunculan permainan air serupa seperti Ocean Park Water Adventure di BSD City (Tangerang), The Jungle (Bogor), Water Boom Lippo Cikarang (Bekasi), Water Boom Pantai Indah Kapuk (Jakarta). Juga ada permainan serupa dalam skala kecil di sejumlah perumahan.
Atraksi Police Academy akan berlangsung hingga Agustus 2008 mendatang, juga menarik pengunjung. Grup stuntman dan stuntwoman yang baru saja selesai syuting film James Bond terbaru itu, berasal dari Italia.Selain menawarkan aneka ragam permainan dan pertunjukan, Ancol juga memiliki resto-resto berkelas yang lokasinya di tepi laut. Bandar Djakarta, restoran seafood, yang tak pernah sepi.
Backstage yang lebih cocok untuk anak muda yang menikmati “hang out”, Segarra dengan sofa di tepi pantai, ataupun Jimbaran bernuansa Bali. Pengunjung resto-resto ini tetap dapat menikmati suasana deburan ombak tepi pantai. Kami memilih Jimbaran dengan suasana Bali, sebagai tempat makan malam.
Pekan sebelumnya, saya sempat bertemu dengan Direktur Utama PT Jaya Ancol Budi Karya Sumadi saat pembukaan Jakarta Great Sale di Pacific Place. Pak Budi cerita bahwa target Ancol dalam masa liburan awal Juni hingga pertengahan Juli ini adalah dua juta pengunjung.
Saya kira target itu terpenuhi. Ancol memang lautan manusia selama masa liburan ini. Bahkan saat makan pagi di Hotel Mercure Ancol pun, karyawan hotel kewalahan. Tamu hotel yang datang menjelang waktu makan pagi selesai, sulit menemukan gelas, piring dan sejenisnya karena kehabisan!
Saat menikmati liburan di Ancol, saya melihat wajah-wajah gembira ada di mana-mana. Anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Ancol masih memikat bagi wisatawan Nusantara, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Serpong, 12 Juli 2008
Blog ini memuat tulisan tentang jalan-jalan dan semua yang berkaitan dengan jalan-jalan, mulai dari transportasi, akomodasi, restoran, sampai kisahnya. Ditulis oleh Robert Adhi Ksp, penikmat jalan-jalan.
Tampilkan postingan dengan label Ancol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ancol. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 Juni 2011
Ancol, "Disneyland" Indonesia
ANCOL. Bekas rawa-rawa di Jakarta Utara ini kini disulap menjadi taman rekreasi keluarga dengan luas 552 hektar, paling luas di kawasan Asia. Setiap akhir pekan dan hari libur nasional, Ancol selalu ramai dikunjungi baik oleh warga Jakarta dan Bodetabek maupun dari luar kota. Aneka permainan rekreasi dan edukasi untuk keluarga, dapat dinikmati di sini.
Dilihat dari aneka permainan yang tersedia, Taman Impian Jaya Ancol (selanjutnya disebut Ancol) dapat dikategorikan sebagai Disneyland. Bedanya, Ancol yang menamakan diri sebagai Jakarta Baycity ini tidak memiliki ikon tokoh-tokoh Disneyland. Tapi punya ikon khusus seperti misalnya Dufan dan Dufi yang sering menyapa anak-anak yang mengunjungi kawasan Dunia Fantasi.
Di Ancol, pengunjung dapat menikmati Gelanggang Samudra di mana ada atraksi lumba-lumba, singa laut, kuda nil, paus putih, yang pandai berhitung dan melakukan aksi sesuai perintah pelatih. Ada juga Gelanggang Renang Atlantis yang masih terbesar di Asia Tenggara (meskipun mulai ada saingan seperti misalnya Ocean Park Water Adventure di BSD City, Serpong, Tangerang).
Selain itu, primadona Ancol adalah Dunia Fantasi. Aneka permainan yang memacu adrenaline membuat pengunjung Ancol memiliki kenangan tak terlupakan. Salah satu yang terbaru adalah permainan Tornado, di mana pengunjung dikocok-kocok, dibolak-balik. Istana Boneka dan Balada Kera sejak dulu menjadi primadona anak-anak. Pengunjung dapat pula menikmati pemandangan dari udara melalui Gondola.
Menurut Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol Sofia Cakti, tahun ini juga Ancol akan menambah wahana baru yaitu Police Academy di mana terdapat adegan stuntman yang mendebarkan. Informasi selanjutnya dapat diklik di http://www.ancol.com/
Selain itu, datang ke Ancol bukan hanya sekadar menikmati permainan rekreasi keluarga. Di sini terdapat restoran berkelas yang sangat ramai dikunjungi mulai dari Bandar Djakarta (restoran seafood), Backstage, Segara (kafe dan restoran western, internasional) dan Jimbaran (khas Bali).
Kita juga dapat menginap di Putri Duyung Cottage, resor di tepi pantai Ancol. Harga per malam berkisar Rp 1 jutaan, termasuk sarapan pagi. Kita dapat menikmati fasilitas bersepeda di kawasan nan hijau, naik sepeda air dan beberapa lainnya.Mereka yang datang ke Ancol juga dapat menikmati bermain golf karena di sini tersedia lapangan golf. Jadi memang semuanya lengkap. Ancol betul-betul pusat rekreasi keluarga.
Tahun 2007, Ancol meraup pendapatan Rp 500 miliar dari 13 juta pengunjung dan pendapatan makanan dan pintu masuk. Tahun 2008 ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi menargetkan jumlah pengunjung bertambah menjadi 14 juta pengunjung.
Jakarta, 15 Mei 2008
Dilihat dari aneka permainan yang tersedia, Taman Impian Jaya Ancol (selanjutnya disebut Ancol) dapat dikategorikan sebagai Disneyland. Bedanya, Ancol yang menamakan diri sebagai Jakarta Baycity ini tidak memiliki ikon tokoh-tokoh Disneyland. Tapi punya ikon khusus seperti misalnya Dufan dan Dufi yang sering menyapa anak-anak yang mengunjungi kawasan Dunia Fantasi.
Di Ancol, pengunjung dapat menikmati Gelanggang Samudra di mana ada atraksi lumba-lumba, singa laut, kuda nil, paus putih, yang pandai berhitung dan melakukan aksi sesuai perintah pelatih. Ada juga Gelanggang Renang Atlantis yang masih terbesar di Asia Tenggara (meskipun mulai ada saingan seperti misalnya Ocean Park Water Adventure di BSD City, Serpong, Tangerang).
Selain itu, primadona Ancol adalah Dunia Fantasi. Aneka permainan yang memacu adrenaline membuat pengunjung Ancol memiliki kenangan tak terlupakan. Salah satu yang terbaru adalah permainan Tornado, di mana pengunjung dikocok-kocok, dibolak-balik. Istana Boneka dan Balada Kera sejak dulu menjadi primadona anak-anak. Pengunjung dapat pula menikmati pemandangan dari udara melalui Gondola.
Menurut Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol Sofia Cakti, tahun ini juga Ancol akan menambah wahana baru yaitu Police Academy di mana terdapat adegan stuntman yang mendebarkan. Informasi selanjutnya dapat diklik di http://www.ancol.com/
Selain itu, datang ke Ancol bukan hanya sekadar menikmati permainan rekreasi keluarga. Di sini terdapat restoran berkelas yang sangat ramai dikunjungi mulai dari Bandar Djakarta (restoran seafood), Backstage, Segara (kafe dan restoran western, internasional) dan Jimbaran (khas Bali).
Kita juga dapat menginap di Putri Duyung Cottage, resor di tepi pantai Ancol. Harga per malam berkisar Rp 1 jutaan, termasuk sarapan pagi. Kita dapat menikmati fasilitas bersepeda di kawasan nan hijau, naik sepeda air dan beberapa lainnya.Mereka yang datang ke Ancol juga dapat menikmati bermain golf karena di sini tersedia lapangan golf. Jadi memang semuanya lengkap. Ancol betul-betul pusat rekreasi keluarga.
Tahun 2007, Ancol meraup pendapatan Rp 500 miliar dari 13 juta pengunjung dan pendapatan makanan dan pintu masuk. Tahun 2008 ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi menargetkan jumlah pengunjung bertambah menjadi 14 juta pengunjung.
Jakarta, 15 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)